Baterai litium-ion sering kali mengeluarkan suara abnormal pada frekuensi tertentu pada tahap awalnya, seperti dekomposisi elektrolit atau pecahnya pemisah. Teknologi deteksi suara dapat menangkap sinyal karakteristik tersebut untuk memberikan peringatan dini. Namun, kebisingan lingkungan di lingkungan industri, seperti getaran mekanis, peralatan ventilasi, dan aktivitas personel, dengan mudah menyebabkan alarm palsu atau alarm terlewat, sehingga menjadi tantangan utama yang menghambat penerapan teknologi ini.
Ekstraksi Fitur Domain Frekuensi Akurat: Melalui Short-Time Fourier Transform (STFT) atau analisis wavelet, sinyal suara diuraikan ke dalam domain frekuensi. Pita frekuensi karakteristik yang terkait dengan pelepasan panas baterai (misalnya, 2-10kHz) dipilih, sedangkan kebisingan mekanis frekuensi rendah (<1kHz) and high-frequency environmental interference (>15kHz) disaring, sehingga meningkatkan rasio sinyal-terhadap-noise.
Penyesuaian Dinamis Ambang Batas Adaptif: Dikombinasikan dengan-pemantauan kebisingan lingkungan secara real-time, algoritma jendela geser digunakan untuk menyesuaikan ambang batas alarm secara dinamis. Ambang batas ditingkatkan selama puncak kebisingan (misalnya, saat peralatan dinyalakan) dan diturunkan selama periode-kebisingan rendah, untuk menyeimbangkan sensitivitas dan tingkat alarm palsu.
Penyesuaian Dinamis Ambang Batas Adaptif: Dikombinasikan dengan-pemantauan kebisingan lingkungan secara real-time, algoritma jendela geser digunakan untuk menyesuaikan ambang batas alarm secara dinamis. Ambang batas ditingkatkan selama puncak kebisingan (misalnya, saat peralatan dinyalakan) dan diturunkan selama periode-kebisingan rendah, untuk menyeimbangkan sensitivitas dan tingkat alarm palsu.
Penggabungan data multi-sensor: Sistem deteksi multi-modal dibuat dengan menggabungkan sensor suhu dan gas. Ketika sinyal suara muncul bersamaan dengan fitur seperti kenaikan suhu mendadak dan konsentrasi CO yang berlebihan, alarm akan terpicu, sehingga mengurangi risiko salah penilaian yang disebabkan oleh gangguan kebisingan tunggal.



